Minggu, 13 Desember 2020

Bapak Khairudin, Pebisnis Udang Vannamei Yang Berhasil Hanya Dengan Bermodal Nekat

 Artikel Pebisnis Udang Vannamei

Bapak Khairudin, Pebisnis Udang Vannamei Yang Berhasil Hanya Dengan Bermodal Nekat

                            

Membuka usaha yang awalnya coba-coba menjadi berhasil. Ialah Khairudin, warga Tangerang yang sukses membudidayakan Udang Vannamei dengan modal pas-pas an. Lantaran membudidayakan udang hidup di daerah nya jarang Khairudin mencoba membuka peluang berbisnis Udang Vannamei. Melihat warga sekitar sering hilir mudik untuk memancing, dari melihat situasi yang seperti itu, beliau punya ide untuk membuka peluang bukan mencari peluang. Udang alam sementara tidak terlalu banyak yang  hidup karena situasi alam dan air pasang yang tidak menentu.

Beralamat di Desa Muncung, Rt 06, Kec Kronjo, Kab Tangerang. Lulusan Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta jurusan Penyuluhan Perikanan pada tahun 2015. Selain memiliki usaha sendiri, saat ini Dia bekerja sebagai perangkap perikanan dan di percayakan Kementrian Kelautan Perikanan sebagai Penyuluhan Perikanan.

Ia merencakan dan meraba-raba potensi wilayah yang cocok untuk budidaya dan perkembangan bisnis udang ini, dimulai sejak 2017 silam, usaha ini terbilang melajut pesat, dibantu dengan 3 rekannya yang ikut bergabung dan memulai semuanya dari nol. Total 16 juta rupiah dikeluarkan untuk memulai usaha, masing-masing orang memberikan 4 juta rupiah. Berawal dari lahan yang tidak terlalu luas, menyewa lahan dengan berbagi 30% dari hasil panen untuk membayar sewa lahan. Awal mencoba pakai yang kolam 1000m, menebar bibit udang 50.000 dengan hasil 2 bulan awal 6 kwintal dan penghasilan 40 juta rupiah bersih setelah di potong modal dan sewa lahan. Beberapa bulan kemudian mendapatkan bantuan modal 3 lahan dan perbaikan sarana prasarana untuk budidaya dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Dan sekarang tim nya yang berawal 4 orang sekarang bertambah menjadi 9 orang. Dengan omzet 270 juta perbulan.

Visi dan misi yang jelas pertama untuk mensejahterakan diri sendiri terlebih dahulu, kalau sudah mapan bisa merambat ke tetangga-tetangga tambak, karena selama ini momok bagi teman-teman petambak kecil yang memiliki fikiran bisnis udang harus dengan modal yang besar tapi ternyata sekarang tanpa modal besar pun sudah bisa membuka bisnis udang dengan mencoba kolam yang luasan 5x10m atau 10x10m dengan modal uang 10-15 juta sudah bisa, tidak mesti modal yang besar. Dan bisa diterapkin ke daerah yang airnya sedikit payau.

Target utama untuk pemasaran, untuk udang hidup yang jelas pasar udah menanti, kalau punya barang tinggal telfon dan pasar siap menerima. Targetnya jual udang hidup, dan siklus nya 1 tahun sudah bisa manen 5 kali. Karna umur pemeliharaan hanya 2-3 bulan sudah bisa dipanen dengan size 170 atau 150 ekor/kg harga Rp 70.000/kg.

“Untuk permintaan ekspor belum bisa karna persyaratannya banyak. Kalau untuk pemasaran ke luar kota ada beberapa kota seperti Jakarta, depok, tegal, dan  pekalongan untuk sementara. Karna alat belum mumpuni jadi masih yang terbilang dekat dengan lokasi” ujar Khairudin.

Awal pemasaran tidak sulit untuk menjual karena udang vannamei ini sangat dinantikan oleh para konsumen, jadi sangat mudah untuk memasarkan. Dan cara memperkenalkan udang ini hanya dengan cara memberikan penjelasan dari mulut ke mulut dan langsung menyebar, tidak terlalu sulit untuk mempromosikannya, tidak seperti makanan cepat saji yang banyak promosi dan pemasaran. Dan secara online hanya by social media seperti web atau WhatsApp yang dikelola oleh tim.

Tentang persaingan tentu sangat banyak sekali yang terjun berbisnis udang vannmei, tapi untuk udang vannamei sendiri di pasaran tidak bersaing, karna penjualannya mudah dan merangkul para petani yang bersama-sama mempunyai bisnis tersebut dan saling bekerja sama. Sebagai contoh para petani butuh pakan dan pihak yang bekerja sama akan menukar dengan hasil udangnya si petani, jadi terjadi simbiosis mutualisme.

Masa keuntungan dan kerugian itu siklus nya naik turun, siklus pada bulan pertama bagus, bulan kedua bagus, bulan ketiga turun, bulan keempat bagus, bulan kelima turun. Dan ketika pada masa kerugian itu 

hitungan nya sampai puluhan juta, disebabkan oleh penyakit yang ada diudang seperti virus wssv atau kotoran putih. Penyebab penyakit itu bisa karena cuaca, factor lingkungan dan kondisi air. Ketika terdapat penyakit pada udang, udang tidak bisa di pasarkan dan harus memulai proses dari awal untuk siklus berikutnya. Untuk diumur 44 hari sampai 2 bulan udang bisa di panen untuk mengurangi

resiko penyakit yang timbul yang menyebabkan kerugian besar. Dan menebar di akhir bulan dengan harapan masuk perubahan udang bisa lebih besar dan tahan penyakit.

Untuk pemasaran diluar pulau jawa belum terfikirkan, karena permintaan dan peluang di pulau jawa masih sangat banyak.

Jika ingin memulai bisnis udang vannamei dengan modal kecil bisa membuka lahan dengan luas 180 m, 200m, 400 m sudah bisa memulai usaha dengan tipe kolam kincir satu. Untuk 1 kolam ukuran 1050m dan 1200m jumlah udangnya mencapai 100ribu hingga 110ribu ekor.

Untuk pemeliharan agar kualitas udang itu sendiri bagus harus menjaga kualitas air, karena kualitas udang tergantung kualitas air. Karena memelihara udang itu bukan melihara udangnya, melainkan melihara airnya agar tetap terjaga kebesihannya, salinitas ph nya, dengan ph standar yaitu 7,5-8 yang harus diukur setiap hari pagi dan sore.

Saat ini hasil panen dari kolam yang 1000m sudah hampir 2 ton, yang 1200m kolam semi itu 1,3 ton selama 90-110 hari.


Dan saat ini lahan masih ditempat awal dimana memulai budidaya, didaerah Kronjo.  “Belum bisa pindah  karena belum menemukan lahan baru yang cocok. Tetapi jika sudah ada yang cocok akan pindah” tutur khairudin.

Alasan lebih memilih bisnis di udang Vannamei karna udang ini salah satu jenis udang yang terbilang  terkenal dan banyak konsumen yang menginginkan, dan dihitung secara analisa usaha ini sangat menguntungkan jika bisa dan tepat memanage nya, dan sementara orang-orang berfikir kalau usaha udang ini modalnya sangat besar dan tidak ada yang bisa.

“namun dengan keterbatasan modal, dengan ilmu yang tidak terlalu mumpuni tapi kita tetap berusaha keras dan berani mencoba dengan meminimalisir resiko-resiko yang terjadi dan  Alhamdulillah di tahap awal bisa berhasil” ujarnya.

Rencana kedepannya ingin menambah kolam dan memperluas jaringan sampai luar negeri, menambah teknologi supaya bisa produksi dengan stabil, dan saat ini sudah menemukan mesin peralihan akan menggunakan obat-obatan herbal khususnya untuk kualitas airnya. Inginnya system budaya nya back to natural kebanyakan sekarang bahan kimia yang berbahaya. Dan untuk sementara berfokus pada udang vannamei, tetapi terdapat rencana selanjutnya ingin membuka bisnis budidaya Kepiting Soka, tapi terdapat peraturan untuk ukuran kepiting itu sendiri, sehingga menyulitkan saat proses pembubidayaannya.

“Semoga nanti bisa memulai, karena keuntungan kepiting itu sangat menjanjikan” jelas Sarjana Perikanan ini.

Pesan dari cerita diatas, jangan pernah takut untuk mencoba. Karena kita tidak akan pernah tau bagaimana rasanya jika kita tidak pernah menjadi pelakunya. Untung rugi itu hal biasa dalam dunia bisnis. Orang yang besar juga berasal dari orang kecil yang awalnya tidak punya apa-apa. Berawal niat, tekad, dan keberanian dalam memulai sesuatu adalah kunci dari keberhasilan. Jatuh bangun sebuah perjuangan adalah proses yang sangat manis dibandingkan menunggu harta dan warisan dari orang tua. Jika ada yang mengomentarimu, “Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang menurutmu baik”.

(Yolanda Chairunnisa P,2000)

Bapak Khairudin, Pebisnis Udang Vannamei Yang Berhasil Hanya Dengan Bermodal Nekat

  Artikel Pebisnis   Udang Vannamei Bapak Khairudin, Pebisnis Udang Vannamei Yang Berhasil Hanya Dengan Bermodal Nekat                      ...